Kamis, 15 Januari 2015

A. Konsep Manajemen Dalam Pengendalian Biaya



Manajemen puncak terdiri dari orang-orang yang bertugas mengambil keputusan, memberikan perintah, membentuk kebijaksanaan, dan mengarahkan agar semua orang mendukung kebijaksanaan perusahaan. Secara keseluruhan fungsi manajemen meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian. Ketiga fungsi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Fungsi-fungsi terse but dibentuk mengingat dalam suatu perusahaan akan terlibat. orang-orang yang mendukung berjalannya suatu organisasi. Masing-masing orang mempunyai peranan yang berbeda dan kesemuanya terlibat aktivitas kerja dalam mencapai satu tujuan bersama (yang disepakati). Untuk mencapai tujuan terse but diperlukannya adanya satu komando agar pelaksanaan tugas dapat terkoordinir. Satu komando ini diperlukan untuk mehgarahkan berbagai pihak yang terlibat dalam suatu jalinan kerjasama sehingga tujuan bersama dapat dicapai dengan efisien.

Mengingat masing-masing pihak mempunyai peranan yang berbeda dan sekaligus menciptakan kerjasama, maka perlu ditetapkan batas-batas yang jelas agar aktivitas kerjamasing-masing pihak tidak saling tumpang tindih. Oleh karena itu masing-masing fungsi dalam 'organisasi harus ditetapkan sampai sejauh mana wewenang seseorang dalarn fungsi danjabatan yang terlekat pada dirinya (authority). Di samping itu harus ditetapkan pula tanggung jawab (responbility) dan tingkat pertanggungjawaban (accountability) dalam tugas dan jabatannya tersebut.

Dalarn rangka pengendalian operasi perusahaan manajemen ingin memperoleh umpan balik (feedback) sarnpai sejauh mana wewenang yang telah didelegasikan kepada bawahan telah digunakan dengan sebaik -baiknya. Urn pan balik ini berupa informasi yang dapatmemberikan garnbaran pelaksanaan tugas para bawahan yang meliputi seberapakah target operasi telah terpenuhi dan sejauh mana operasi tersebut telah menyerap dana perusahaan. Hal ini berarti umpan balik yang diharapkan akan berupa berapa biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalarn satu periode dan berapa kuantitas yang dihasilkannya.

Apabila umpan balik tersebut diterapkan dalam suatu industri maka akan terlihat komposisi umpan balik dalam proses produksi akan memegang peranan yang dominan. Hal ini mengingat aktivitas produksi merupakan aktivitas utama dalam perusahaan tersebut. Sehingga umpan balik tersebut bermanfaat untuk menilai apakah target telah tercapai dan seberapa jauh prestasi yang dicapai oleh aparat produksi yang dimiliki perusahaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar