Manajemen puncak terdiri dari
orang-orang yang bertugas mengambil keputusan, memberikan perintah, membentuk
kebijaksanaan, dan mengarahkan agar semua orang mendukung kebijaksanaan
perusahaan. Secara keseluruhan fungsi manajemen meliputi fungsi perencanaan,
pengorganisasian dan pengendalian. Ketiga fungsi tersebut merupakan satu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Fungsi-fungsi terse but dibentuk mengingat
dalam suatu perusahaan akan terlibat. orang-orang yang mendukung berjalannya
suatu organisasi. Masing-masing orang mempunyai peranan yang berbeda dan
kesemuanya terlibat aktivitas kerja dalam mencapai satu tujuan bersama (yang disepakati).
Untuk mencapai tujuan terse but diperlukannya adanya satu komando agar pelaksanaan
tugas dapat terkoordinir. Satu komando ini diperlukan untuk mehgarahkan berbagai
pihak yang terlibat dalam suatu jalinan kerjasama sehingga tujuan bersama dapat
dicapai dengan efisien.
Mengingat masing-masing pihak
mempunyai peranan yang berbeda dan sekaligus menciptakan kerjasama, maka perlu
ditetapkan batas-batas yang jelas agar aktivitas kerjamasing-masing pihak tidak
saling tumpang tindih. Oleh karena itu masing-masing fungsi dalam 'organisasi
harus ditetapkan sampai sejauh mana wewenang seseorang dalarn fungsi danjabatan
yang terlekat pada dirinya (authority). Di samping itu harus ditetapkan
pula tanggung jawab (responbility) dan tingkat pertanggungjawaban (accountability)
dalam tugas dan jabatannya tersebut.
Dalarn rangka pengendalian
operasi perusahaan manajemen ingin memperoleh umpan balik (feedback) sarnpai
sejauh mana wewenang yang telah didelegasikan kepada bawahan telah digunakan
dengan sebaik -baiknya. Urn pan balik ini berupa informasi yang dapatmemberikan
garnbaran pelaksanaan tugas para bawahan yang meliputi seberapakah target
operasi telah terpenuhi dan sejauh mana operasi tersebut telah menyerap dana perusahaan.
Hal ini berarti umpan balik yang diharapkan akan berupa berapa biaya-biaya yang
telah dikeluarkan dalarn satu periode dan berapa kuantitas yang dihasilkannya.
Apabila umpan balik tersebut
diterapkan dalam suatu industri maka akan terlihat komposisi umpan balik dalam
proses produksi akan memegang peranan yang dominan. Hal ini mengingat aktivitas
produksi merupakan aktivitas utama dalam perusahaan tersebut. Sehingga umpan
balik tersebut bermanfaat untuk menilai apakah target telah tercapai dan
seberapa jauh prestasi yang dicapai oleh aparat produksi yang dimiliki perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar