Rabu, 27 Mei 2015

Cara Membuat Perangkap Nyamuk dengan Bahan Alami



Nyamuk, serangga bersayap yang senang menghisap darah. Binatang ini kerap menjadi momok, karena gigitannya yang gatal dan bisa membawa bibit penyakit demam berdarah.
 Untuk mengatasi serbuan nyamuk, ada perangkap nyamuk sederhana yang bisa Anda buat sendiri dengan biaya murah dan pengerjaan yang mudah. Penasaran? Ayo, segera kita buat!.

Siapkan alat dan bahan
* Botol kemasan dari plastik
* 200ml air panas
* 50gr gula merah
* 1gr ragi
* kertas/kain/plastik berwarna hitam untuk membungkus botol
* cutter dan lem.

Caranya:
* Potong botol pada 1/3 bagian atasnya, dan sisihkan.
* Masukkan gula merah dalam air panas, aduk hingga gula larut, biarkan sampai dingin. Lalu tuangkan larutan itu ke dalam botol bagian bawah.
* Tambahkan ragi ke dalamnya, jngan diaduk, biarkan ragi larut sendiri.
* Selanjutnya, ambil bagian atas potongan botol, tempatkan dengan posisi terbalik sehingga menyerupai corong, ke atas botol yang sudah diisi larutan.
* Langkah terakhir, bungkus sekeliling botol dengan kertas, plastik atau kain berwarna hitam.
Siapkan beberapa perangkap nyamuk seperti ini, agar Anda dapat meletakkan alat tersebut di setiap sudut rumah.
Gula yang digunakan dalam perangkap akan mengundang semut. Cegah semut dengan cara menggoreskan kapur anti semut di sekeliling kaki botol.
Setelah dua atau tiga hari, Anda akan bisa menemukan ratusan nyamuk di dalam botol.

alat dan bahan.



Apa itu Sushi ?



Sushi adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.

Asal-usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji sushi. Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut gyoshō yang membaluri ikan dengan garam dapur, bubuk ragi (koji) atau ampas sake ( kasu). Penulisan sushi menggunakan huruf kanji yang dimulai pada zaman Edo periode pertengahan merupakan cara penulisan ateji (menulis dengan huruf kanji lain yang berbunyi yang sama).

Sejarah
Konon kebiasaan mengawetkan ikan dengan menggunakan beras dan cuka berasal dari daerah pegunungan di Asia Tenggara. Istilah sushi berasal dari bentuk tata bahasa kuno yang tidak lagi dipergunakan dalam konteks lain; secara harfiah, "sushi" berarti "itu (berasa) masam", suatu gambaran mengenai proses fermentasi dalam sejarah akar katanya. Dasar ilmiah di balik proses fermentasi ikan yang dikemas di dalam nasi ialah bahwa cuka yang dihasilkan dari fermentasi nasi menguraikan asam amino dari daging ikan. Hasilnya ialah salah satu dari lima rasa dasar, yang disebut umami dalam bahasa Jepang. 

Nigirizushi dikenal di Jepang sejak zaman Edo. Sebelum zaman Edo, sebagian besar sushi yang dikenal di Jepang adalah jenis oshizushi (sushi yang dibentuk dengan cara ditekan-tekan di dalam wadah kayu persegi). Pada zaman dulu, orang Jepang mungkin kuat makan karena sushi selalu dihidangkan dalam porsi besar. Sushi sebanyak 1 kan (1 porsi) setara dengan 9 kan (9 porsi) sushi zaman sekarang, atau kira-kira sama dengan 18 kepal sushi (360 gram). Satu porsi sushi zaman dulu yang disebut ikkanzushi mempunyai neta yang terdiri dari 9 jenis makanan laut atau lebih.

Pada zaman Edo periode akhir, di Jepang mulai dikenal bentuk awal dari nigirizushi. Namun ukuran porsi nigirizushi sudah dikurangi agar lebih mudah dinikmati. Ahli sushi bernama Hanaya Yohei menciptakan sushi jenis baru yang sekarang disebut edomaezushi. Namun ukuran sushi ciptaannya besar-besar seperti onigiri. Pada masa itu, teknik pendinginan ikan masih belum maju. Akibatnya, ikan yang diambil dari laut sekitar Jepang harus diolah lebih dulu agar tidak rusak bila dijadikan sushi.

Sampai tahun 1970-an sushi masih merupakan makanan mewah. Rakyat biasa di Jepang hanya makan sushi untuk merayakan acara-acara khusus, dan terbatas pada sushi pesan-antar. Dalam manga, sering digambarkan pegawai kantor yang pulang tengah malam ke rumah dalam keadaan mabuk. Oleh-oleh yang dibawa untuk menyogok istri yang menunggu di rumah adalah sushi. Walaupun rumah makan kaitenzushi yang pertama sudah dibuka tahun 1958 di Osaka, penyebarannya ke daerah-daerah lain di Jepang memakan waktu lama. Makan sushi sebagai acara seluruh anggota keluarga terwujud pada tahun 1980-an sejalan dengan makin meluasnya kaitenzushi.

Keberhasilan kaitenzushi mendorong perusahaan makanan untuk memperkenalkan berbagai macam bumbu sushi instan yang memudahkan ibu rumah tangga membuat sushi di rumah. chirashizushi atau temakizushi dapat dibuat dengan bumbu instan ditambah nasi, makanan laut, tamagoyaki dan nori.

sumber: wikipedia

Filosofi Gelas Setengah Kosong, Kaizen



Pernah Anda mengantre di restoran selama satu jam? Atau, saat terjebak macet selama berjam-jam, telepon genggam tak henti berdering dan Anda tidak mengenali nomor si penelepon. Ketika diangkat, ternyata seorang agen penjual begitu antusias menawarkan produknya kepada Anda. Pernah?
Dalam keadaan seperti itu, apakah muncul keinginan Anda untuk membeli produk? Atau, sebaliknya, Anda justeru pusing, dan kesal dibuatnya? 
Jawaban kedua pasti lebih menggambarkan isi hati Anda. Yang pasti, hal itu kini berlaku umum di masyarakat.
Tentu saja, perusahaan industri jenis apapun pernah mengalami kendala pelayanan atau pemasaran produk seperti itu. Walau konsumen terganggu, tak semua perusahaan “melihat” hal itu sebagai masalah. Kenapa begitu? 
Dalam membangun bisnis, memupuk optimisme memang sangat diperlukan. Tapi, jangan lupa, kesempurnaan tidaklah mutlak. Perusahaan beromzet miliaran rupiah pun pasti akan terbentur berbagai masalah. Jadi, perbaikan berkesinambungan atau dalam bahasa Jepang akrab disebut “Kaizen”wajib menjadi agenda tetap mereka. 

Kaizen mirip dengan filosofi gelas setengah kosong. Untuk membangun industri, “kekosongan” sangat diperlukan agar pelaku usaha memiliki pola pikir untuk terus mencari inovasi yang belum pernah dilakukan. Dalam penerapannya, pelaku industri wajib sigap mengidentifikasi masalah, jeli menganalisa penyebab, dan kreatif mencari solusinya.
Kaizen lebih bersifat lapangan dan digunakan dalam proyek perbaikan jangka pendek. Artinya, perombakan tidak dilakukan secara massif, tetapi fokus, tepat sasaran, dan membutuhkan hasil cepat. 
Sebagai salah satu metode yang sejalan dengan konsep lean production, Kaizen fokus menghilangkan pemborosan-pemborosan dalam proses produksi sehingga kualitas dan nilai produk menjadi lebih baik. Karena terbukti efisien, metode asal Negeri Doraemon itu telah diterapkan di banyak sektor di beberapa negara di dunia. 

Salah satu contohnya adalah konsep Toyota Production System (TPS). TPS melekatkan Kaizen sebagai fondasinya, dan bahkan diadopsi oleh industri restoran Sebuah fasilitas restoran non-profit di New York mulai menerapkan TPS pada 2011 lalu. Setiap hari, restoran sebagai bagian dari ‘Food Bank for New York City’ itu memberi makanan gratis bagi warga yang membutuhkan di West Harlem, NYC.
Awalnya, restoran itu mulai kewalahan karena harus menyajikan sekitar 50.000 makanan setiap bulan. Saking sibuknya, pelanggan harus antre selama 75 menit. Namun, setelah menerapkan TPS, restoran tersebut mampu mengurangi waktu tunggu menjadi hanya 18 menit saja.
Sementara itu, contoh nyata lainnya adalah perjalanan industri kosmetik asal Jepang, Saishunkan Cosmetics, yang melakukan perbaikan pada sistem penjualan dan produksi. Saishunkan memutuskan hanya menjual delapan produk kosmetik saja.
Mereka juga berhenti menelepon pelanggan dalam memasarkan produk. Sekitar 800 staf operator telepon disiapkan untuk memberi pelayanan dan merespon pesanan atau keluhan apapun dari pelanggan dengan cepat. Hasilnya, 70 persen penjualan produk justru berasal dari telepon pelanggan, sedangkan 30 persennya lewat penjualan di situs mereka. 

Pada industri kesehatan, Park Nicollet’s Heart and Vascular Center di Minnesota, AS, juga melakukan berbagai perbaikan untuk meningkatkan efisiensi. Setelah tergoda menerapkan prinsip-prinsip lean production dalam TPS, pusat pengobatan jantung itu sukses mengurangi jarak pasien berjalan kaki sebanyak 73 persen dan 30 persen bagi staf.
Dengan jarak lebih pendek, pasien dan staf dapat menghemat banyak waktu dalam proses pengobatan. Selain itu, mereka berhasil menghemat biaya sekitar 400 ribu dollar AS atau setara Rp 5,3 miliar. Biaya pegawai pun dapat ditekan sebesar 140 ribu dollar AS atau Rp 1,86 miliar per bulannya.

Membangun manusia Kaizen
Para konsultan Kaizen mengamini agar dapat menerapkan konsep ini secara maksimal. Komponen manusia di dalamnya harus dibentuk sejak dini. 
Namun, SDM berpengalaman yang memiliki kualitas skil tinggi tidak selalu menjadi patokan. Seorang manusia Kaizen harus punya keinginan belajar yang tinggi dan tak kunjung surut. Mereka harus siap menerima kritik dan perubahan ketika dibutuhkan.
Contohnya ada pada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Hampir 100 persen proses manufaktur di TMMIN dijalankan tenaga ahli asal Indonesia.
Memang, industri otomotif saat ini lebih sering merekrut fresh-graduated. Namun, TMMIN memilih menggodok dan mendidik sendiri SDM mereka agar memiliki pola pikir dan budaya sesuai konsep Toyota.
Dalam membudayaan konsep Kaizen, TMMIN berusaha merangsang inovasi karyawan. Mereka mewajibkan karyawan menulis ide apapun untuk mempermudah pekerjaan mereka.

“Para operator di pabrik Toyota wajib mengumpulkan dua ide dalam satu bulan. Tentu, hal ini kita lakukan secara bertahap. Jika idenya bagus dan aplikatif, perusahaan akan memberikan penghargaan. Harapannya, karyawan terbiasa berfikir dan menerapkan Kaizen dalam pekerjaan sehari-hari,” ucap Yui Hastoro, Technical Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) saat ditemui KOMPAS.com di kantornya, Senin (1/6/2015).
Sejatinya, sebuah industri akan tumbuh sehat, jika memiliki sumber daya manusia yang kaya akan ide. Mereka tak hanya kreatif, tapi juga mampu mengidentifikasi masalah sekecil apapun, bertahan dari gempuran masalah itu, dan mampu mencari jalan keluarnya. Kaizen!

sumber : kompas

Senin, 25 Mei 2015

Alasan Disaat Telat



Saat kamu janjian dengan seseorang, jangan sampai kamu datang terlambat. Karena ketika kamu datang telat, orang yang menunggu kamu bisa jadi moody dan marah-marah. Bagaimana tidak, kalian sudah menentukan jam yang seharusnya ditepati, eh, ternyata kamu datang terlambat.
Nah, agar temanmu atau pacarmu tidak marah gara-gara kamu telat datang saat janjian, kamu bisa membuat beberapa alasan cerdas saat telat datang janjian seperti berikut ini.

Salah memperhitungkan jam
Katakan padanya kamu salah memperhitungkan waktu. Ceritakan kamu sudah mencari tahu tentang tempat kalian janjian dan mengingat-ingat rute perjalanannya, serta sudah berangkat beberapa menit lebih awal. Kemudian, katakan bahwa kamu tidak tahu bahwa ternyata akan macet atau kamu terkena lampu merah di setiap perempatan. Alasan seperti ini terasa lebih masuk akal dan lebih mudah dimaafkan.

Tersesat
Alasan ini bisa kamu katakan jika kamu memang belum pernah pergi ke tempat kalian janjian sebelumnya. Bahkan dengan alasan sepeArti ini, kamu dan temanmu bisa menertawakan kesialanmu yang terjadi hari itu!

Tidak menemukan tempat parkir
Salah satu alasan yang bisa dimaafkan adalah bahwa kamu kesulitan menemukan tempat parkir. Katakan padannya bahwa tempat parkir yang sering kamu tempat parkir terdekat penuh sehingga kamu harus memutar dan mencari-cari tempat kosong terlebih dahulu.

Binatang peliharaanmu sakit
Mendengar kabar tentang binatang peliharaan kesayangan yang sakit akan membuat siapa saja yang mendengarnya tidak tega untuk marah-marah padamu. Nah, kalau kamu telat datang ke tempat janjian dengan temanmu, katakan padanya bahwa hewan peliharaanmu sakit. Dengan begitu, teman kamu otomatis akan menghiburmu dan tidak jadi marah-marah denganmu.

Ada pekerjaan mendadak
Temanmu tidak akan menyalahkanmu jika kamu datang terlambat gara-gara kamu mendapatkan pekerjaan mendadak yang harus segera dikerjakan. Nah, ini bisa jadi alasan tepat agar teman kamu tidak marah karena kamu datang telat saat janjian.